- oleh Nanggulan_KP2025
- 17 Juni 2026 13:22:52
- 7 views
BANYUROTO — Pemerintah Kalurahan Banyuroto bersama Puskesmas Nanggulan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan posyandu yang digelar di Padukuhan Brangkal, Kalurahan Banyuroto, pelayanan kesehatan terpadu sukses dilaksanakan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mulai dari balita, usia dewasa, hingga lansia. Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terjangkau, dan berkelanjutan di tingkat padukuhan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan Kelas Ibu Balita yang dipandu langsung oleh Purnawati Kartika Sari, S.Tr.Keb (Bidan Ika sapaan akrabnya) dan Laila Nur Fajriyah, A.Md. Keb. (Bidan Laila sapaan akrabnya). Diikuti oleh 25 sasaran ibu dan balita, kelas ini dirancang khusus untuk memperluas cakrawala pengetahuan orang tua tentang pentingnya fase seribu hari pertama kehidupan anak.
"Kelas ibu balita bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pemberian gizi seimbang, pencegahan penyakit, serta pentingnya stimulasi tumbuh kembang balita," ujar Bidan Ika di sela-sela kegiatan.
Tidak hanya mendapatkan teori, tumbuh kembang dan status gizi balita yang hadir juga dipantau secara ketat oleh Putri Novitasari Denna Kurniawan, S.Tr.Gz, Ahli Gizi Puskesmas Nanggulan. Pemantauan khusus diberikan kepada balita yang terdeteksi mengalami gizi kurang. Langkah intervensi dini ini diambil untuk memastikan pertumbuhan anak tetap berjalan optimal sekaligus mencegah terjadinya masalah gizi yang lebih berat (stunting). Momen ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh para ibu sebagai sarana konsultasi langsung terkait dinamika kesehatan buah hati mereka.
Kesadaran akan kesehatan di Padukuhan Brangkal terbilang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari membeludaknya kunjungan pada pos pelayanan dewasa dan lansia yang mencapai 70 orang. Untuk kelompok usia ini, petugas menyediakan layanan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) serta pelayanan Puskesmas Keliling (Pusling). Skrining PTM difokuskan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit kronis yang kerap mengintai usia produktif dan lansia, seperti hipertensi dan diabetes. Melalui fasilitas pusling, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan fisik dasar, konsultasi medis, hingga pengobatan medis dengan akses yang jauh lebih dekat dari rumah.
Bagi warga yang hasil pemeriksaannya memerlukan penanganan medis lebih spesifik dan tidak bisa diakomodasi oleh fasilitas Pusling, petugas langsung memberikan sistem rujukan ke Puskesmas induk. Langkah ini dilakukan demi menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan pasca-kegiatan Posyandu.
Secara keseluruhan, integrasi pelayanan dari balita hingga lansia di Padukuhan Brangkal ini diharapkan mampu memicu kesadaran mandiri masyarakat untuk rutin memeriksakan diri. Posyandu terpadu ini menjadi pilar penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat Banyuroto yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
